Saat Menteri Basuki Kunjungi Butet Kartaredjasa Saya Kaget Sekarang Pakai Kursi Roda
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menemui sahabatnya seniman, di Warung bu Ageng yang slot games online berlokasi di Yogyakarta pada Jumat sore (10/9).Pertemuan itu berlangsung disela-sela kesibukan Basuki menemani kunjungan di Yogya.
"Saya bener-bener kaget ternyata Mas Butet saat menemui saya di warungnya, sekarang pakai kursi roda. Masih recovery setelah dua kali operasi syaraf tulang belakang" kata Menteri PUPR Basuki usai berpamitan dengan Butet.
Karena sudah lama tak bertemu, keduanya pun berbagi gurauan sambil berdiskusi beberapa hal.Kunjungan kali ini, selain ingin freechip slot online menikmati kuliner di Warung Bu Ageng yang menjadi favoritnya jika sedang berkunjung ke Kota, juga ingin silaturahmi sambil mendoakan demi kesembuhan Butet Kartarajasa pasca operasi.
"Semangat hidup saya langsung naik karena kunjungan Pak Bas. Terima kasih sudah datang ketemu saya," ungkap Butet dengan sumrigah.
BACA JUGA :
BMW Manjakan Gamer dengan Kursi Gaming yang Terinspirasi Jok Mobil F1
Dalam kunjungannya ke Yogyakarta dengan Presiden Jokowi, Menteri PUPR Butet Kartaredjasa ikut menghadiri peresmian rumah susun (rusun) bagi santri di lingkungan Kampus Terpadu Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah yang berlokasi di Bandut Lor, Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul pada Jumat (10/9).
Peresmian rusun ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Direktur Jenderal (Dirjen) Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashier, Buya Ahmad Syafii Maarif, dan Direktur Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta Aly Aulia.
Dirjen Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid mengatakan, pembangunan rusun santri ini termasuk cepat, dimulai September 2020 dan selesai pada Mei 2021.
"Setelah selesai pada bulan Mei, rusun sudah langsung digunakan pada bulan Juli saat dimulainya tahun ajaran baru. Rusun ini mampu menampung sebanyak 344 santri," terang Khalawi.
Rusun Madrasah Muallimin Muhammadiyah merupakan rusun tipe 24 yang terdiri dari 1 tower 4 lantai dengan 86 unit yang meliputi 84 unit tipe hunian standar dan 2 unit tipe hunian difabel. Setiap lantai memiliki luas 962,5 m2, sedangkan setiap unit memiliki luas 24 m2 (ruang kamar 18,63 m2, kamar mandi 2,9 m2, balkon teras 2,47 m2).
PPK Rumah Susun dan Rumah Khusus BP2P Jawa III Ahmad Fahmi memaparkan, setiap unit kamar di rusun santri ini sudah dilengkapi dengan 2 tempat tidur bertingkat (single bed untuk difabel), 2 lemari, 4 meja dan kursi belajar, kamar mandi, dan balkon teras. Sehingga dalam satu kamar bisa menampung sampai sebanyak 4 orang santri.
"Selain itu disediakan juga heat detector di setiap kamar dan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) di setiap lantai untuk mengantisipasi apabila terjadi kebakaran," ujar Ahmad.

Komentar
Posting Komentar