Viral Momen Anak Babi Tersesat di Kereta Api, Malah Duduk di Kursi Prioritas
Seekor anak belum lama ini membuat warganet heboh. Pada Jumat (18/6/2021) hewan itu naik dua kereta MTR di Hong Kong sementara staf kereta api dengan panik mencoba menangkapnya.
Dilansir Liputan6.com dari World of Buzz, Rabu (23/6/2021), menurut South China Morning Post, hewan itu terlihat tersesat game slot online aman terpercaya di stasiun MTR Quarry Bay sekitar pukul 15.55 sebelum naik ke salah satu kereta.
Beberapa staf MTR mencoba menangkapnya tetapi gagal, sehingga itu turun di persimpangan North Point. Anak babi itu kemudian naik kereta lain dan menjatuhkan diri di salah satu kursi prioritas kereta.
Kereta mengubah jalur dan menuju ke slot games online depot di Tseung Kwan O, di mana petugas dari Departemen Pertanian, Perikanan dan Konservasi (AFCD) sedang menunggu untuk menangkap hewan tersebut.
Foto dan video dari insiden tersebut menjadi viral di media sosial di mana babi hutan terlihat berkeliaran di gerbong kereta dengan penumpang yang terpesona menonton makhluk itu dalam perjalanannya.
Sementara itu, juru bicara AFCD mengatakan babi hutan itu tidak menderita kerugian apapun dari insiden tersebut dan dilepaskan kembali ke taman pedesaan.
BACA JUGA :
Kursi Unik Seharga Rp7 Jutaan yang Bisa Menjaga Bentuk Tubuh
MTR juga mengatakan babi hutan itu tidak menyebabkan banyak gangguan pada layanan, menambahkan bahwa tidak ada staf yang terluka selama insiden itu.
Dalam video yang beredar tampak seekor anak babi hutan itu berlari kebingungan mencari jalan keluar. Tampak pula seorang penumpang yang sedang berdiri nampak menghalau hewan itu dengan kakinya dan kemudian pergi.
Staf yang nampak panik pun tetap berusaha menangkap anak babi itu dengan karung berwarna biru. Sungguh petualangan bagi anak babi kecil itu.
penerbangan akhirnya terpecahkan. Melansir The Sun, Rabu, 16 Juni 2021, menurut pakar perjalanan Rosie Panter, orang yang duduk di kursi tengahlah yang harus mendapatkan kedua sandaran tangan tengah.
Itu karena orang di sebelah jendela memiliki dinding untuk bersandar. Sedangkan, penumpang di sebelah lorong memiliki sandaran tangan luar untuk bersandar. Sementara, sandaran tangan ibarat kemewahan bagi penumpang yang duduk di kursi tengah
"Penumpang kursi lorong memiliki kebebasan untuk meregangkan kaki mereka dan naik dan turun sesuka mereka, sementara penumpang kursi jendela memiliki kemewahan melihat ke luar jendela, melamunkan tujuan liburan mereka, atau meringkuk untuk mengistirahatkan kepala mereka di sisi pesawat untuk menikmati mata tertutup, tanpa risiko penumpang harus memanjat mereka saat mereka tidur," kata Rosie kepada Cosmopolitan.
Meski begitu, pakar perilaku Judi James sebelumnya mengatakan kepada Sun Online Travel bahwa perebutan sandaran tangan tidak akan pernah berakhir. Pasalnya, pertikaian untuk ruang sudah tertanam dalam diri kita sebagai manusia.
"Ruang adalah sesuatu yang diperebutkan oleh manusia dan hewan – itu adalah hal yang paling memicu," katanya.
"Makanya, orang yang tembok kebunnya kalau setengah sentimeter ke kanan bisa berkelahi dengan tetangganya selama bertahun-tahun. Kita tidak bisa menghindari menjadi teritorial," tambahnya.

Komentar
Posting Komentar