Industri Kerajinan Keluhkan Kelangkaan Bahan Baku Rotan

 


Pengusaha mebel dan kerajinan rotan mengeluhkan kelangkaan bahan baku rotan sejak 1 tahun terakhir. Kelangkaan tersebut situs casino indonesia disinyalir akibat banyaknya ekspor bahan baku rotan secara ilegal ke negara tetangga Indonesia, seperti Singapura.

Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Soenoto menyatakan, dari sekitar 40 ribu-60 ribu ton kebutuhan bahan baku rotan di dalam negeri, saat ini yang tersedia hanya 30 persennya saja. Sementara 70 persennya hilang dan diperkirakan diekspor secara ilegal ke negara lain.

"Padahal Indonesia ini memiliki 85 persen bahan baku rotan dunia, tapi sejak 1 tahun lalu kita krisis. Ini langka karena ekspor ilegal, karena tidak mungkin dulu mudah (mendapatkan rotan), kok tiba-tiba hilang," ujar dia di Hotel Aryaduta.

Sementara itu, berdasarkan data situs roulette online terpercaya UN Comtrade, sejak 5 tahun terakhir, Singapura tercatat sebagai eksportir nomor 1 untuk bahan baku rotan. Padahal, negara tersebut tidak memiliki wilayah hutan yang mampu memproduksi bahan baku rotan.

"Kita memiliki banyak jalan tikus (untuk ekspor ilegal) seperti Entikong, yang paling besar jalan tikus ke Singapura. Mereka nggak punya hutan kok bisa ekspor rotan, kecuali kalau rakyat Singapura disuruh menanam rotan semua," kata dia.

BACA JUGA : 

Kursi Raksasa Menunggu Bangkitnya Raja Rotan Cirebon


Oleh sebab itu, HIMKI meminta pemerintah untuk melakukan investigasi terhadap kelangkaan bahan baku rotan. Sebab jika tidak, industri kerajinan dalam negeri akan semakin sulit untuk terus berproduksi.

"Kami meminta pemerintah untuk melakukan investigasi mencari penyebab. Kami minta dengarkan suara kami, yang merupakan orang-orang yang bergerak di hilir, yang ciptakan added value," tandas dia.

Aksi warga itu tentu saja simbolik. Pembuatan kursi raksasa itu bagian dari persiapan Karnaval dan Pameran Rotan Galmantaro.

Warga desa yang sebagian besar hidupnya dari rotan tersebut mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan terkait rotan. Beragam hasil kerajinan rotan diarak mengelilingi desa hingga berakhir di suatu tempat sebagai puncak acara.

Karnaval itu diketahui sebagai bagian dari ritual dan upaya warga desa membangunkan kembali Raja Rotan yang sudah lama tertidur. Sebutan Raja Rotan diambil dari sebuah cerita legenda rakyat sebagai asal usul desa pengrajin rotan.

Sebagian warga pun bergotong royong membuat kursi raksasa sebagai simbol kebangkitan kembali "Raja Rotan" Cirebon. Selama satu bulan lamanya, warga dengan sepenuh hati membuat kursi raksasa yang akan menjadi ikon Cirebon dan kerajinan Rotan Indonesia.

"Karnaval ini bagian dari ritual membangunkan Ki Ageng Rotan. Atas semangat warga membangkitkan kembali kejayaan dimana kalau berbicara rotan ya Indonesia dan adanya di Cirebon," kata inisiator pembuat kursi Rotan Raksasa, Djaso, Selasa 14 Maret 2017.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keunggulan Rotan, Material Furnitur yang Berkelanjutan

Seperti Manny Pacquiao, 3 Bintang Olahraga Ini Berebut Kursi Pemimpin Negara

Ekonom Beberkan Rahasia Pelaku Usaha Bertahan dari Hantaman Pandemi Covid-19